Wisata ke danau ternyata cukup
menarik. Saya, (calon) suami dan kakak ipar sekeluarga awalnya mau mencari
tempat makan. Berhubung kita lagi liburan di purwakarta, akhirnya kita putuskan
kita makan di Cirata saja, sekalian menikmati pemandangan. Terus terang ini
pertama kalinya saya wisata ke danau cirata. Selain berfungsi sebagai
bendungan, danau cirata juga dijadikan obyek wisata dan dimanfaatkan juga
sebagai tempat memancing.
Kami berangkat dari Purwakarta
sekitar jam 9 pagi. Perjalanan ke danau cirata tidak terlalu jauh, sekitar 1
jam perjalanan kita sudah sampai di bendungan cirata, menyisir danau, sampai
kita temukan tempat parkir dan saung2 yang tersedia di pinggir danau. Tinggal
mencari posisi saung yang kosong dan nyaman. Karena kami datang pada saat
liburan, agak susah mendapatkan saung kosong yang sesuai. Alhamdulillah, ternyata
ketemu juga saung yang pas. Saung2 ini dikelola oleh banyak orang, yang juga
menyediakan makanan. Jadi, ada warung2 makan kecil yang masing2 memiliki 2 – 3
saung, jadi kalau kita mau memesan makanan harus di tempat yang saungnya kita
tempati. Kalau diliat dari keakraban
para pemilik warung makan itu, sepertinya mereka masih memiliki hubungan
kekerabatan.
Menu makanannya juga tidak banyak
variasinya, nasi liwet, lalapan dan sambalnya, yang pastinya ikan, bisa dibakar
ataupun digoreng. Yang menarik disini, ikan yang kita pesan diambil langsung
dari danau, dibersihkan, baru dimasak, mungkin itu yang membuat makanannya
butuh waktu cukup lama untuk dihidangkan. Saya sarankan kalau mau makan disini,
jangan dalam keadaan perut lapar. Sambil menunggu makanan ayo kita foto2.
Kejutan lain menanti, ternyata
nasi timbel yang kita makan ada teri di didalamnya, pantas saja baunya harum,
ikan yang dihidangkan sangat segar, jadi terasa enak. Walaupun cara makannya
tidak biasa, tapi tidak ada salahnya mengulangi pengalaman yang sama. Dengan
makan seperti ini terasa sekali kekeluargaannya, dan saya membuat filosofi
sendiri, bahwa disaat kita mendapatkan rezeki, ingatlah untuk tidak rakus,
karena ada hak orang lain yang ada di dalam rezeki kita.
Kurang lebih gambarannya
seperti diatas, foto diambil dari web
Selesai makan, free time, angin danau ternyata kencang juga,
walaupun tengah hari, tapi panasnya tidak terasa, awan juga agak mendung jadi
tidak perlu berlindung.
Hmm, sudah sampai di danau cirata, sepertinya asyik juga
jalan2 di tengah danau dengan perahu, keponakan juga tertarik banget, akhirnya
jadilah kami menyewa sebuah perahu untuk jalan2 di danau cirata.
Setelah mengitari danau sekitar 15 menit, kami menyelesaikan
liburan kami di danau cirata dan kembali ke purwakarta. Perut dalam keadaan
kenyang, masih terbuai angin sepoi2 pinggir danau kantuk pun datang, sepanjang
perjalanan pulang saya sudah tidak memeperhatikan, kantuk mulai mempengaruhi
kesadaran, tidak terasa sampailah kami di purwakarta. Alhamdulillah.
Note: tambahan foto2 yang diambil dari web, mudah2an lebih
membantu menggambarkan keadaan Danau Cirata.
Wisata kami ke Cirata ini waktu tahun 2010, mungkin ada beberapa perubahan baru yang ada di Danau Cirata, jadi mungkin tidak update, hanya saja baru bisa saya publikasikan sekarang.
Mudah2an bermanfaat..semangat liburan *\\(^.-)//*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar